Memilih antara dicintai atau mencintai

Seandainya kamu dihadapkan pada dua pilihan, siapa yang lebih kamu pilih untuk menggenapi kehidupan kamu? Seseorang yang kamu cintai tapi dia tidak mencintai kamu, atau seseorang yang mencintai kamu tapi tidak kamu cintai?***Itu pertanyaan Mama sebelum Tuhan mempertemukan aku dengan kamu. Pertanyaan di masa sulit ketika aku bingung dan gelisah perihal jodoh yang tak kunjung tiba, padahal sudah dua kali aku gagal berproses dengan laki-laki yang aku harapkan bisa menggenapiku. Pertanyaan yang baru aku mengerti maksud dan jawabannya setelah hidup menggenap bersama kamu. Siapapun ingin menggenap bersama orang yang dicintainya, pikirku waktu itu. Jadi aku menjawab pilihan yang pertama; menggenap … Lanjutkan membaca Memilih antara dicintai atau mencintai

“Aku Berhak Untuk Berbakti”

Malam, pagi, dan siang, berganti mengiringi setiap langkah akan kenangan. Melukiskan setiap kisah perjalanan sang pejuang kasih sayang. Peluh keringat membentuk parit berliku didahi yang menghitam tersengat teriknya sang surya. Berjuang dengan tenaga dan tongkat penyangga tuk keluarga yang menanti dalam sepinya rumah yang redup. Mencari sepeser kehidupan tuk mengisi cacing dalam perut yang meronta. Sosok yang kuat dan mengayomi, sosok yang tegar dan melindungi dan sosok yang tegap dan sigap.

ayah-1

Lanjutkan membaca ““Aku Berhak Untuk Berbakti””

Military Camp 2016

Doooorrrr, doooorr, doooorrrrrrrr….. terus berbunyi rentetan suara senjata seperti di film-film……..                                                                                                                                               Bangun, Bangun, Bangun, dalam hitungan ke 10 semua sudah harus baris kelapangan basket suara itu terdengar dari luar tenda sambil suara tembakan terus berlanjut. kami yang sedang tidur pulas pun bangkit otomatis langsung berhamburan keluar tenda. setelah hitungan ke 10 terdengar lagi suara Tiarap,,, Tiarap,,, Tiarap… suara tembakan masih berlanjut.                                                                                                                                          Lanjutkan membaca “Military Camp 2016”

“Aku dalah Aku,” Pemberontak Ulung

“Sial, benar-benar sial.” Nasibku kali  ini tak seberuntung biasanya. tubuh ini terasa seolah masih terpisah antar bagiannya karena siksaan tadi siang. siksaan yang masih teringat jelas dalam ingatanku. Saat ini matahari masih terlelap diperaduannya. Teriakan dan tembakan bersautan mengganggu mata yang masih manja ingin istirahat.

“Dor… Dorr,” suara tembakan itu semakin keras.

“Bangun,,,, BANGUN KALIAN, Dalam hitungan 10 kalian sudah harus berkumpul di lapangan.” teriakan seseorang dalam kegelapan sambil memegang senjatanya.

Lanjutkan membaca ““Aku dalah Aku,” Pemberontak Ulung”